RONNY LUKITO, CEO PT Eigerindo MPI

Oleh: Syulianita (Editor) - 24 July 2019 | telah dibaca 4210 kali

“Banyak sosok yang menjadi inspirator di hidup saya, tetapi setelah saya memakan asam garam kehidupan, saya merenung, mengaca diri, dan menyadari, ternyata peran Sang Penciptalah paling besar yang membuat saya bisa seperti saat ini,” itulah jawaban yang Ronny utarakan saat di tanya siapa sosok yang paling menginspirasi di hidupnya. “Saya meneladani sifat-sifat Nabi Isa dalam hal kehidupan, kepemimpinan, misalnya,” imbuhnya.

 

Ronny juga mengatakan, sang ayah adalah teladan baginya. Ia merupakan anak lelaki satu-satunya di keluarga Lukman Lukito-Kurniasih, pasangan asal Jakarta dan Buton (Sumatera) yang merantau ke Bandung. Untuk menyambung hidup, orangtuanya memiliki sebuah toko tas. Di era 1970-an, toko spesialis semacam ini belum lazim. “Biasanya orang punya toko kelontong yang jual macam-macam produk,” kenang pria yang memiliki nama kecil Cong-cong itu. Sejak duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar, saat liburan sekolah Ronny kerap dibawa Lukman ke toko yang dirintisnya.

 

“Namanya toko Nam Lung, yang berdiri di Jalan ABC No. 3 Bandung. Kadang, saya membantu menjaga kasir, membungkus atau membereskan tas-tas yang terpajang di etalase maupun tergantung di dinding toko. Bahkan, saat usia 9 tahunan, saat toko ramai, papah menyuruh saya untuk melakukan tawar-menawar dengan pembeli,” kisahnya. Toko milik ayahnya, selain menjual tas produk perusahaan lain, ada pula tas-tas sederhana hasil jahitan sendiri. Mereknya Butterfly. “Namanya diambil dari merek mesin jahit buatan China yang kami pakai,” ujar Ronny. Tahun 1979, Ronny lulus STM, ia ingin melanjutkan kuliah, tapi orangtua tak mampu membiayai. Namun, ia yakin ini sudah jalan Tuhan. “Kalau saat itu kuliah, mungkin tidak ada Eiger, mungkin saya akan membuka bengkel,” tutur Ronny sembari tersenyum.

 

Ia menggarisbawahi, banyak ilmu yang ia dapatkan dari sang ayah yang memiliki sense of business dan jiwa entrepreneurship yang bagus. “Papah membentuk saya sehingga saya banyak belajar, antara lain tentang kerja keras, integritas, dan kejujuran,” kisahnya. Setelah mendapat cukup ilmu dari sang ayah. Ia ingin mengembangkan bisnis tasnya sendiri. Buah tak jatuh dari pohonnya, ia menjadi pengusaha andal yang dimulai hanya bermodalkan Rp1 juta, ia menjahit tasnya sendiri dengan dua mesin jahit, kini usaha yang dirintisnya sukses merajai pasar Indonesia di bidang outdoor apparel. Lebih lanjut Ronny menuturkan, istri tercintanya, Meiliana Setiawati, juga memiliki andil begitu besar dalam meraih kesuksesan.

 

“Betul kata orang, di balik kesuksesan seorang pria, terdapat peran wanita. Tadinya saya kurang setuju,” akunya. Namun, pandangan itu berubah, ketika Ronny berada di tidik nadir kehidupan, istrinya tak lelah untuk mendampingi dan memberikan banyak nasehat untuknya. “Istri saya menyelamatkan hidup saya, menyelamatkan perusahaan karena dia mengikuti, dia juga tahu kondisi saya, kelebihan dan kekurangannya saya. Setiap saat, dia memberi nasehat. Istri saya ini luar biasa di mata saya,” terang Ronny. Sejumlah nama lainnya adalah Paulus Bambang yang mendorong Ronny melakukan breakthrough dalam bisnisnya, Abah Iwan yang banyak mengajarkannya tentang alam. “Selain itu, Tanri Abeng dan Hermawan Kartajaya,” pungkasnya. 

 

Kata Mereka

 

Bagi saya Pak Ronny adalah paduan dari entrepreneur sejati dan pembelajar sejati. Tidak hanya mengandalkan intuisi dan pendekatan praktis, tapi juga mau mendalami diksi. Itu sebabnya, karyanya tidak lekang oleh zaman. He always put his heart in every project he is in. Sehingga, terlihat tidak sembarangan, serampangan, dan sekenanya, tapi menghasilkan karya yang membuat banyak orang berdecak kagum. Kemudian, yang saya kagumi dari beliau adalah semangat yang tak pernah padam untuk mendengar dari orang lain serta ketaatannya mendengar dari Tuhan membuatnya berbeda. Tentang keahlian banyak yang bisa mencontoh, tapi tentang ketaatan kepada Tuhan, beliau termasuk pengusaha langka. Jadi, menurut saya pantas kalau Pak Ronny dijadikan tokoh dan saya ikut mengamininya.

-Bambang Widjarnako Santoso (Direktur PT Astra International Tbk)-

 

Saya kenal Pak Ronny Lukito sudah lama sekali kira-kira 15 tahun lalu saat masuk Wanadri 1964. Dulu kami sering naik gunung bareng. Lalu beberapa teman di Wanadri berinsiatif membuat peralatan gunung, sampai akhirnya tahun 1980-an muncul produk Eiger yang didirikan Pak Ronny. Bagi saya Pak Ronny sudah banyak memudahkan banyak orang termasuk saya untuk memasuki desa-desa terpencil dan mencapai puncak-puncak gunung. Bisa dibilang seluruh peralatan yang saya pakai dari ujung kepala sampai kaki adalah produk Eiger. Dan, sekarang menurut saya Eiger sudah bisa bersaing dengan produk dunia karena kualitasnya yang mantap. Selain karena kesuksesannya itu, hal yang membuat saya suka dan bangga dengan Pak Ronny adalah dia ternyata orang yang peduli terhadap lingkungan, dia seorang aktivis lingkungan yang peduli terhadap keberlangsungan alam. Suka menanam pohon, menjaga kebersihan alam, dan selalu mengajak orang untuk mencintai alam dan lingkungan. Jadi, memang secara alamiah karena kita orang gunung dan Pak Ronny bergerak di bidang itu kita menjadi lebih akrab. Pesan saya kepada Pak Ronny hiduplah penuh arti, penuh isi, penuh bakti kepada Tuhan, Tanah Air, dan kemanusiaan.

-Iwan Abdurachman/Abah Iwan (Wanadri dan Musikus)-

 

Saya pribadi kenal Pak Ronny sekitar tujuh tahun lalu saat Pak Ronny menjadi tamu Kick Andy. Sejak itu, kami berteman karena diikat oleh visi dan minat yang sama, yakni membantu orang lain. Saya mengagumi Pak Ronny karena perjuangannya membesarkan Eiger dari sebuah perusahaan pembuat tas peninggalan orangtuanya, yang kala itu masih kecil, hingga bisa sebesar sekarang. Menurut saya, Pak Ronny bukan sekadar membesarkan Eiger demi mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya, tetapi ada misi mulia yang dia yakini dan pegang teguh dalam berbisnis, yakni bagaimana dalam mengembangkan usaha, tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Itu yang saya salut. Jika pengusaha lain mendapatkan izin pengelolaan lahan dan menggunakan lahan tersebut untuk membangun mall, hotel, dan industri lain yang merusak lingkungan, Pak Ronny justru menjalankan bisnisnya dengan konsep menjaga dan melindungi hutan yang ada di lahan tersebut. Bahkan, lahanlahan yang tadinya rusak justru dikembalikan fungsinya, walau untuk itu dia harus mengeluarkan banyak investasi dan mengurangi keuntungan. Pak Ronny yang saya kenal juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sudah berkali-kali saya mendapat bantuan untuk kegiatan sosial. Terutama yang ada kaitannya dengan masyarakat miskin dan pedesaan. Dia orangnya rendah hati dan punya visi kebangsaan yang kuat.

-Andy F. Noya (Wartawan & Presenter)-

 

Saya kenal Pak Ronny sudah lama sekali mungkin 15 sampai 20 tahun yang lalu. Saya kenal dari proses bisnis pertamanya, lalu kami ke gereja sama-sama, di sana saya mengenal Pak Ronny. Menurut saya, Pak Ronny adalah orang yang jenius, idenya cemerlang, cara berfikirnya out of the box, dan banyak sekali idenya tak pernah berhenti. Pak Ronny menurut saya juga orang yang baik, suka menolong. Tujuan hidupnya digunakan untuk kemaslahatan banyak orang. Jadi, saya liat orang seperti Pak Ronny memang jarang. Kenapa? karena selain sukses, Pak Ronny juga orang yang cinta terhadap Tuhan. Sedikit orang yang sukses, tapi cinta terhadap Tuhan, Pak Ronny melengkapi keduanya. Saya berharap, ke depan dia semakin berkembang dan semakin mengenal Tuhannya. Semakin melayani dan terakhir pesan saya secara khusus adalah jangan terlalu sibuk dan terlalu capek.

-Andy Setiawan (Motivator)-