Search:
Email:     Password:        
 





Ironi Tragis para Penemu

By Andi Nursaiful (Administrator) - 30 September 2013 | telah dibaca 3236 kali

Ironi Tragis para Penemu

Naskah: Andi Nursaiful  Foto: Istimewa

Wajah dunia modern sebagian besar dibentuk oleh penemuan-penemuan besar dari para ilmuan dan inovator lainnya. Penemuan mereka, telah mempermudah hidup dan kehidupan manusia. Ironisnya, tak sedikit ilmuan dan penemu yang mengalami nasib tragis: tewas oleh penemuan mereka sendiri.

Jalan hidup para penemu sesungguhnya tidak mudah. Mereka harus menemukan sebuah ide yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi sebuah peradaban. Mereka harus membuat sebuah rancang bangun dari ide tersebut, demi mewujudkan sebuah teori menjadi realita. Kesejatian seorang penemu adalah terus menerus mendorong dirinya menembus batas tentang sesuatu yang mungkin.

Disadari atau tidak, sebuah penemuan senantiasa disertai oleh sebuah risiko yang membahayakan jiwa sang penemu. Misalnya, desain yang salah, atau percobaan yang tidak berjalan sesuai rencana, hingga efek-efek berbahaya dari sebuah percobaan yang belum dipahami pada zaman itu. Intinya, seorang penemu kerap menjadi martir atas kemudahan hidup orang lain.

Di bawah ini, kami mengompilasi sejumlah kisah mengagumkan, sekaligus mengenaskan, dari penemuan-penemuan besar dalam sejarah umat manusia. Kisah ironi tragis di mana sang penemu harus ‘menebus’ penemuannya dengan nyawanya sendiri.

Henry Smolinski

Ia adalah seorang teknisi mesin yang bermimpi mampu ‘menerbangkan’ sebuah mobil. Pada awal 1970-an, Henry Smolinski mendirikan Advanced Vehicle Engineers, sebuah perusahaan pembuat mobil terbang.

Pada 1973, dua purwarupa selesai dikerjakan. Dua model awal ini menggabungkan pesawat kecil
Cessna Skymaster dengan mobil Ford Pinto. Bagian ekor dan sayap mobil pesawat ini bisa dibuka pasang. Jadi, bia dioperasikan sebagai mobil di jalan raya, atau dipasangkan sayap dan ekor untuk terbang.

Rencananya, unit produksi akan dipasarkan pada 1974, namun rencana itu luluh lantak akibat kecelakaan saat uji coba terakhir pada 11 September 1973. Bersama pilot Harold Blake,  Smolinski berhasil terbang cukup lama ketika tiba-tiba sayap mobil pesawat itu terlepas di udara.

Tanpa ampun, keduanya tewas mengenaskan. National Transportation Safety Board menyatakan kecelakaan disebabkan pengelasan sayap yang tidak sempurna sehingga tak mampu menahan terjangan angin.

Franz Reichelt

Kisah tragis berikutnya dialami oleh Franz Reichelt, orang yang pertama kali mendesain parasut khusus untuk para pilot tempur. Laki-laki Perancis kelahiran Austria ini sejatinya adalah seorang tukang jahit. Di sela-sela waktu luangnya, ia merancang parasut untuk pilot pesawat.

Di masa itu, awal tahun 1900-an, pesawat terbang belum lama ditemukan. Reichelt sendiri baru satu kali menumpang pesawat terbang jenis Kitty Hawk pada 1903. Mekanisme tentang cara pilot menyelamatkan diri saat pesawat akan jatuh, kala itu juga masih dirancang.

Penemuan Reichelt sendiri sudah dianggap berhasil, meskipun masih diuji coba menggunakan boneka seukuran manusia. Ingin memastikan bahwa rancangannya layak untuk manusia, Reichelt nekat menguji sendiri dengan melompat dari Menara Eiffel di Paris, pada ketinggian 60 meter. Hasilnya, ia mendarat di tanah dingin sebelum parasut berhasil mengembang. Reichelt tewas seketika namun penemuannya terus dikembangkan.

Horace L. Hunley

Horace Lanwson Hunley sejatinya adalah seorang pengacara dan wakil rakyat dari Louisiana di masa Perang Saudara di Amerika. Ia memiliki ide membuat kapal selam yang bisa menenggelamkan kapal laut.

Ia mampu mewujudkan ide itu dengan membuat dua model kapal selam yang dipersembahkan untuk pasukan Konfederasi. Model pertama dibangun di New Orleans pada 1862, dan dimaksudkan untuk dioperasikan jika kota itu diduduki oleh pasukan Union. Model kedua dibangun di Alabama.

Tak puas dengan dua model sebelumnya, Hunley merancang model yang ketiga yang pembangunannya ia biayai sendiri. Pada 15 Oktober 1863, Hunley membawa tujuh awak untuk menguji coba model terbaru itu di perairan Charleston, S.C. Hasilnya, Hunley dan para awaknya tenggelam ke dasar laut.

Pihak Konfederasi berhasil menemukan bangkai kapal selam itu dan memperbaikinya. Percobaan kedua dilakukan dengan kapten dan awak baru. Kali ini berhasil, bahkan, kapal selam yang diberi nama Hunley itu sukses menenggelamkan sebuah kapal laut. Inilah kali pertama dalam sejarah, sebuah kapal selam menenggelamkan kapal laut.

Thomas Midgley Jr.

Hasil penemuannya telah merevolusi banyak hal dalam peradaban manusia. Thomas Midgley Jr. dikenal sebagai penemu bensin bertimbal (lead gasoline) dan gas freon. Belakangan ia diketahui menderita berbagai penyakit akibat keracunan timbal, jenis logam berat yang tersimpan dalam darah jika terus menerus terhirup.

Di hadapan para wartawan dalam sebuah konferensi pers, Midgley Jr. menghirup uang bensin temuannya selama satu menit, hanya untuk membuktikan bahwa bahan bakar tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Anda mungkin berpikir bahwa ia meninggal akibat keracunan timbal. Namun, sesungguhnya, Midgley Jr. tewas oleh penemuannya yang lain. Yakni sebuah mekanisme tali penarik yang membantu menopang tubuhnya di tempat tidur ketika menderita penyakit polio. Sistem tali penopang itu gagal, Midgley Jr. terjerat dan mati lemas pada 2 November 1944.

Marie Curie

Marie Curie terkenal di dunia berkat hasil temuannya di bidang radioaktif. Tapi ahli fisika sekaligus pakar kimia ini juga tercatat sebagai ilmuan yang pertama kali menemukan elemen polonium dan radium.

Selama hidupnya, Marie Curie sukses menggondol dua hadiah Nobel. Satu di bidang fisika (radioaktif) yang ia menangi bersama sang suami, Pierre Curie dan ilmuan Henri Becquerel pada 1896, dan Nobel lainnya di bidang kimia. Ia juga tercatat sebagai orang pertama yang memenangi dua Nobel sekaligus.

Curie mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan teori radioaktif, termasuk terapi radioaktif. Selain menemukan radioaktif dan manfaatnya, Curie juga menemukan bahaya radioaktif, yang akhirnya merenggut nyawanya. Lantaran terus menerus terpapar radioaktif, Curie mengidap leukemia dan berujung kematian ironis pada 4 Juli 1934.

Perillos of Athens

Kebanyakan imuan dan penemu yang tewas oleh penemuannya sendiri, umumnya belum mengetahui potensi bahaya yang bisa merenggut nyawa mereka. Berbeda dengan Perillos dari Athena, yang tahu persis akibat dari penemuannya.

Bahkan, ia sengaja merancang alat untuk digunakan mengeksekusi para penjahat, dinamakan
Brazen Bull. Bentuknya menyerupai patung kerbau yang terbuat dari perunggu. Terhukum dikunci di dalam tubuh kerbau lalu dipanaskan di atas api.

Tujuannya jelas, penyiksaan hingga ajal. Untuk menambah efek dramatis, lubang hidung kerbau dirancang sedemikian rupa agar suara teriakan terhukum terdengar seolah lenguhan kerbau. Ironisnya, ketika Perillos mempersembahkan penemuan itu ke penguasa Acragas di Sisilia, sang tiran malah memilih sang penemu sendiri sebagai kelinci percobaan.

Valerian Abakovsky

Nama Valerian Abakovsky tercatat sebagai ilmuan Rusia yang menemukan kereta api supercepat yang diberi nama Aerowagon. Ironisnya, Abakovsky tewas tragis bersama lima orang kru dalam sebuah kecelakaan saat uji coba Aerowagon.

Aerowagon sendiri menggunakan mesin pesawat terbang dan ditambah baling-baling. Aerowagon dirancang untuk mengangkut pejabat-pejabat Uni Soviet dari dan ke Moskow. Percobaan pertama sempat sukses ketika kereta berangkat menuju Moskow dari sebuah kota di Uni Soviet. Namun kereta melaju kembali kota ibukota, kereta tergelincir keluar jalur dan menewaskan Abakovsky yang kala itu masih berusia 26 tahun.

Carl Wilhelm Scheele

Ahli kimia yang jenius ini juga dikenal sebagai penemu banyak elemen kimiawi. Ia juga konon lebih dulu menemukan oxygen, meskipun ilmuan lain, Joseph Priestley, duluan mempublikasi dan sempat dianggap penemu oksigen.

Selain oksigen, Scheele juga menemukan molybdenum, tungsten, manganese dan chlorine. Satu kebiasaan buruknya adalah mengendus dan mencicipi semua elemen temuannya. Ketika mencicipi salah satu temuan lainnya, racun hydrogen cyanide, uia berhasil selamat. Namun karena terus menerus terpapar mercury, lead, fluoric acid, dan zat beracun lainnya, Schele pun tewas keracunan logam berat pada usia 44 tahun pada 1786.

Elizabeth Fleischman Ascheim

Namanya dikenang sepanjang masa sebagai “martir radiologi.” Dialah yang menemukan manfaat sinar X (X-Ray) dan menjadi ahli radiologi pertama yang menggunakan sinar X untuk penyembuhan pasien.

Meski Ascheim bukan penemu X-Ray (penemunya Wilhelm Conrad Röntgen), wanita asal California, AS, ini mendedikasikan hidupnya untuk menemukan manfaat X-Ray bagi penyembuhan pasien berbagai penyakit. I

a menggunakan dirinya sendiri sebagai obyek percobaan, dan menolak menggunakan pelindung khusus saat mengobati pasien. Akibat terus menerus terpapar sinar X, Ascheim tewas karena radiasi di usia 46 tahun pada 1905.

Alexander Bogdanov

Ilmuan Rusia satu ini menguasai banyak displin ilmu. Ia dikenal sebagai fisikawan, ahli ekonomi, filsuf, penulis fiksi dan puisi, guru, politisi, bahkan pionir cybernetics dan organizational science, serta tercatat sebagai pendiri lembaga transfusi darah pertama di dunia, Soviet Institute for Blood Transfusion yang dibuka pada 1926.

Bogdanov tercatat sebagai pionir dalam bidang hematology, dan menjadi orang pertama yang menyumbangkan darahnya hingga 11 kali. Ia mengaku transfusi darah mampu menyembuhkan kebotakan di kepalanya, dan memperbaiki penglihatannya. Ironisnya, pada transfusi darah yang ke-11, pasien penerima donor mengidap malaria dan tuberculosis, yang berujung pada kematian tragis Bogdanov pada 1928. 

Jean Francois De Rozier

Namanya dikenang sebagai penemu balon udara. Guru kimia dan fisika ini terobsesi menerbangkan manusia dengan balon udara. Setelah sukses dengan percobaan menerbangkan ayam, domba, dan seekor bebek, ia menjadikan dirinya sendiri sebagai obyek percobaan.

De Rozier sukses terbang bebas hingga ketinggian 1 km. Tak puas dengan itu, ia merencanakan terbang dengan balon udara melintasi Selat Inggris dari Perancis ke Inggris pada 1785. Tragisnya, ketika mencapai ketinggian 500 meter, balon udaranya meledak. De Rozier pun terjatuh bebas dan tewas di tempat.

Galileo Galilei

Dunia mengenalnya sebagai “bapak fisika modern.” Upayanya menyempurnakan teleskop dianggap sangat brilyan, karena membuka jendela menuju alam semesta bagi generasi-generasi berikutnya.

Ironisnya, teleskop pula yang pada akhirnya merusak mata Galilei. Setelah berhasil menyempurnakan teleskop temuannya, ia terobsesi dengan matahari dan menghabiskan banyak waktu menatap matahari melalui teleskop. Akibatnya, retinanya rusak parah dan menjadi buta total selama empat tahun akhir usianya.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

     
                       

Popular

   

Photo Gallery

   
 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250