Pahlawan-pahlawan Terlupakan

Maruto adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap Sumpah Pemuda 1928, dialah yang mendorong PPPI (Persatuan Peladjar-Peladjar Indonesia) Sugondo Djojopuspito untuk melakukan gebrakan politik dengan membangun jaringan. Ide itu kemudian disetujui oleh Kotjo Sungkono, Ketua PI (Pemuda Indonesia) yang merupakan sayap penting di dalam tubuh PPPI.
Ide Maruto ini disambut antusias oleh Mohammad Yamin. Bersama Sugondo dan Yamin, Maruto lantas menemui Bung Karno di Bandung untuk menyampaikan ide yang juga disambut antusias itu.
Sesungguhnya, Maruto bukan sosok penuh ide atau cerdas. Tidak seperti Yamin yang pengkhayal, atau Sjahrir yang teramat cerdas. Kelebihan Maruto adalah kemampuan dan ketekunan membangun jaringan. Seperti Yamin, Maruto terobsesi membangun gerakan muda menuju era kemerdekaan, terutama setelah membaca buku Tan Malaka, Naar de Republiek (Menuju Negara Republik).
Bila Sukarno, Hatta, atau Tan Malaka adalah aktor-aktor panggung sejarah, maka Maruto adalah sosok yang berkeringat membereskan segala perabot panggung. Lewat jaringan gerakan di daerah yang dibangunnya, Sumpah Pemuda 1928 bisa berjalan lancar. Bahkan tokoh penting Aceh, Daud Bereuh, yang ...