Pahlawan-pahlawan Terlupakan

Sosrokartono adalah mahasiswa Indonesia pertama yang menempuh pendidikan di luar negeri, sebelum generasi Bung Hatta. Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden, ia mengembara ke seluruh Eropa dan menjelajahi berbagai pekerjaan.
Pada tahun 1917, ia diterima oleh harian The New York Herald Tribune, sebagai wartawan peliput Perang Dunia I. Itu antara lain karena ia menguasai 17 bahasa, termasuk 10 bahasa suku di negerinya. Sebelumnya ia banyak menjadi penterjemah di Wina, Austria, dan dikenal sebagai sang Jenius dari Timur.
Meski dikenal dekat dengan bangsawan Belanda, Sosrokartono adalah salah satu pembimbing Kartini dalam menuliskan surat keprihatinannya akan nasib pendidikan warga pribumi. Pada 29 Agustus 1899 dalam Kongres ke-25 Bahasa dan Sastra Belanda di Gent, Belgia, Sosrokartono menyampaikan pidato yang menggemparkan.
Sosrokartonolah yang menginspirasi Kartini dalam memperjuangkan hak-hak pribumi. Mereka sering sekali berkirim surat dan menceritakan tentang keadaan mereka masing-masing di negeri yang saling berjauhan.
Gelar Doctorandus in de Oostersche Talen yang diterimanya, adalah tanda awal kebangkitan intelektual-modern Indonesia. Satu hal menjadi ancaman bagi pemerintah ...